UHTP Bersinergi dengan Dinkes Riau, PAEI, dan KPAI dalam Upaya Pencegahan HIV/AIDS Melalui Pemberdayaan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

17 October 2025 09:23 WIB 701 Views
UHTP Bersinergi dengan Dinkes Riau, PAEI, dan KPAI dalam Upaya Pencegahan HIV/AIDS Melalui Pemberdayaan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Dalam upaya memperkuat gerakan pencegahan dan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Riau, Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI), dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) menjalin sinergi kolaboratif yang berorientasi pada pemberdayaan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk menekan laju kasus HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Riau. Melalui kerja sama ini, para pihak sepakat untuk memfungsikan mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru sebagai agen dan duta penyebarluasan informasi HIV/AIDS, baik melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-MAHA UHTP).

Langkah konkret dari kolaborasi ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukatif nantinya, antara lain:

  • Pemantapan materi di mata kuliah HIV/AIDS
  • Penyelenggaraan seminar dan diskusi publik tentang pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kampus;
  • Pelatihan mahasiswa duta HIV/AIDS agar memiliki kemampuan komunikasi kesehatan dan pemahaman epidemiologi dasar;
  • Integrasi materi HIV/AIDS dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada tahun akademik berikutnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh Rektor UHTP, Wakil Rektor III, Ketua PAEI Provinsi Riau, KPAI Provinsi Riau, Dinkes Provinsi Riau, PJ Epidemiologi Prodi Kesmas UHTP, Ketua BEM dan PIK Maha UHTP.

Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Prof. Dr. Syafriani, M.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama lintas sektor ini. “Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Universitas Hang Tuah Pekanbaru terhadap isu-isu kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan HIV/AIDS. Kami percaya bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Melalui edukasi yang benar, mahasiswa dapat menjadi ujung tombak perubahan dan berkontribusi langsung dalam menekan angka penyebaran HIV di Riau,” ujar Rektor.

Selanjutnya, Wakil Rektor III Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Ahmad Satria Efendi, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mendukung gerakan nasional Indonesia Sehat. “Kampus harus menjadi pusat penyebaran informasi yang benar dan edukatif. Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, terutama dalam isu-isu kesehatan seperti HIV/AIDS. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, mereka dapat menjadi pelopor dalam menekan stigma dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS,” ujar beliau.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ega Wati, SKM, MKM, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif sektor pendidikan dalam program pencegahan. “Upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dukungan dari institusi pendidikan seperti UHTP sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada kelompok usia muda yang memiliki risiko tinggi,” ungkapnya.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Riau, dr. Wildan Asfan Hasibuan, M. Kes, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan memperkuat basis data, pemahaman, dan strategi intervensi berbasis ilmiah. “Kami berkomitmen memberikan dukungan keilmuan dan pendampingan agar kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa berlandaskan data epidemiologi yang akurat, sehingga pesan yang disampaikan tepat sasaran dan tidak menimbulkan stigma,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Provinsi Riau, menyambut positif sinergi ini. “KPAI terus mendorong terbentuknya kader muda peduli HIV/AIDS di setiap kampus. Mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru diharapkan dapat menjadi pionir gerakan sadar HIV/AIDS di kalangan remaja dan masyarakat luas,” ujarnya.

Kegiatan bersama ini direncanakan menjadi program berkelanjutan di Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Selain seminar dan pelatihan, akan ada kegiatan edukasi kreatif berbasis kampus sehat, seperti lomba kampanye digital, peer education, dan kunjungan lapangan ke fasilitas kesehatan.

Melalui langkah ini, Universitas Hang Tuah Pekanbaru menegaskan perannya sebagai kampus yang peduli terhadap kesehatan masyarakat dan siap mencetak generasi muda yang berpengetahuan, berempati, dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau.