Dalam upaya memperkuat gerakan
pencegahan dan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Riau, Dinas
Kesehatan Provinsi Riau bersama Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia
(PAEI) Provinsi Riau, Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI),
dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) menjalin sinergi kolaboratif
yang berorientasi pada pemberdayaan mahasiswa sebagai agen perubahan.
Sinergi ini menjadi langkah strategis
untuk menekan laju kasus HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan kesehatan
masyarakat di Riau. Melalui kerja sama ini, para pihak sepakat untuk
memfungsikan mahasiswa Universitas Hang
Tuah Pekanbaru sebagai agen dan duta penyebarluasan informasi HIV/AIDS,
baik melalui Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) maupun Pusat Informasi dan
Konseling Mahasiswa (PIK-MAHA UHTP).
Langkah konkret dari kolaborasi ini
diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukatif nantinya, antara lain:
- Pemantapan materi di mata kuliah HIV/AIDS
- Penyelenggaraan seminar
dan diskusi publik tentang pencegahan HIV/AIDS di lingkungan kampus;
- Pelatihan mahasiswa duta
HIV/AIDS agar memiliki kemampuan komunikasi kesehatan dan
pemahaman epidemiologi dasar;
- Integrasi materi HIV/AIDS dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada tahun akademik berikutnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh Rektor
UHTP, Wakil Rektor III, Ketua PAEI Provinsi Riau, KPAI Provinsi Riau, Dinkes
Provinsi Riau, PJ Epidemiologi Prodi Kesmas UHTP, Ketua BEM dan PIK Maha UHTP.
Rektor Universitas Hang Tuah
Pekanbaru, Prof. Dr. Syafriani, M.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap
kerja sama lintas sektor ini. “Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian
Universitas Hang Tuah Pekanbaru terhadap isu-isu kesehatan masyarakat,
khususnya dalam pencegahan HIV/AIDS. Kami percaya bahwa kampus memiliki peran
strategis dalam membentuk kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap
kesehatan diri dan lingkungan. Melalui edukasi yang benar, mahasiswa dapat
menjadi ujung tombak perubahan dan berkontribusi langsung dalam menekan angka
penyebaran HIV di Riau,” ujar Rektor.
Selanjutnya, Wakil
Rektor III Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Ahmad
Satria Efendi, SKM, M.Kes, menyampaikan
bahwa sinergi ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mendukung
gerakan nasional Indonesia Sehat. “Kampus harus menjadi pusat penyebaran
informasi yang benar dan edukatif. Mahasiswa memiliki potensi besar untuk
menjadi agen perubahan di masyarakat, terutama dalam isu-isu kesehatan seperti
HIV/AIDS. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, mereka dapat menjadi
pelopor dalam menekan stigma dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap
bahaya HIV/AIDS,” ujar beliau.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas
Kesehatan Provinsi Riau Bidang Pencegahan
dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ega
Wati, SKM, MKM, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif sektor pendidikan
dalam program pencegahan. “Upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa hanya
dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dukungan dari institusi pendidikan seperti
UHTP sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada
kelompok usia muda yang memiliki risiko tinggi,” ungkapnya.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia
(PAEI) Provinsi Riau, dr. Wildan Asfan
Hasibuan, M. Kes, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan
memperkuat basis data, pemahaman, dan strategi intervensi berbasis ilmiah. “Kami
berkomitmen memberikan dukungan keilmuan dan pendampingan agar kegiatan edukasi
yang dilakukan mahasiswa berlandaskan data epidemiologi yang akurat, sehingga
pesan yang disampaikan tepat sasaran dan tidak menimbulkan stigma,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan
dari Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Provinsi Riau, menyambut positif sinergi ini. “KPAI terus mendorong
terbentuknya kader muda peduli HIV/AIDS di setiap kampus. Mahasiswa Universitas
Hang Tuah Pekanbaru diharapkan dapat menjadi pionir gerakan sadar HIV/AIDS di
kalangan remaja dan masyarakat luas,” ujarnya.
Kegiatan bersama ini direncanakan
menjadi program berkelanjutan di
Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Selain seminar dan pelatihan, akan ada kegiatan edukasi kreatif berbasis kampus
sehat, seperti lomba kampanye digital, peer education, dan kunjungan
lapangan ke fasilitas kesehatan.
Melalui langkah ini, Universitas Hang
Tuah Pekanbaru menegaskan perannya sebagai kampus yang peduli terhadap
kesehatan masyarakat dan siap mencetak generasi muda yang berpengetahuan,
berempati, dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS di
Provinsi Riau.